Minggu, 15 Januari 2017

Tugas Psikologi Manajemen IV



I. Empowerment, Stress dan Konflik

A. Pengertian Empowerment
Clutterbuck et al. (1995:12)  mengemukakan dalam teorinya bahwa “empowerment in terms of encouraging and allowing individuals to take personal responbility for improving the way they do their job and contribute to organization’s goal”. Atas pendapat tersebut menunjukan bahwa pemberdayaan dimaksudkan sebagai suatu pemberian semangat dan mengizinkan individu untuk mengambil tanggung jawab dalam rangka memperbaiki cara yang mereka yang lakukan dalam pekerjaannya dan memberi kontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi. Setelah remunisasi serta pembinaan disiplin, maka SDM tersebut perlu diberi semangat atau motivasi agar mereka tetap bekerja dengan baik dan selalu memberikan prestasi yang terbaik bagi organisasi.

B. Pengertian Stres
     Stres merupakan kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap  emosi, jalan pikiran dan kondisi fisik seseorang. Menurut Panji Anoraga (1992: 108), mengatakan bahwa stres merupakan suatu bentuk tanggapan seseorang, baik fisik maupun mental, terhadap suatu perubahan  di lingkungannya yang dirasakan menganggu dan mengakibatkan dirinya terancam
   1. Sumber-sumber stres
a.       Secara Fisik meliputi
1)      Kebisingan
Kebisingan yang terus-menerus dapat menjadi sumber stres bagi banyak orang. Namun perlu diketahui bahwa terlalu tegang juga dapat mengakibatkan hal yang sama
2)      Kelelahan
Masalah kelelahan dapat menyebabkan stress karena kemampuan untuk bekerja menurun. Kemampuan bekerja menurun menyebabkan prestasi menurun dan tanpa disadari menimbulkan stress.
3)      Penggeseran kerja
Mengubah pola kerja yang terus-menerus dapat menimbulkan stress. Hal ini disebabkan karena seorang karyawan sudah terbiasa dengan pola kerja yang lama dan sudah terbiasa dengan kebiasan-kebiasaan lama
4)      Jetlag
Jetlag adalag jenis kelelahan khusus yang disebabkan oleh perubahan waktu sehingga memengaruhi irama tubuh seseorang. Untuk itu disarankan bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh di mana terdapat perbedaan waktu, agar beristirahat minimal 24 jam sebelum melakukan sesuatu aktivitas.
5)      Suhu dan kelembutan
Bekerja dengan suatu ruangan yang suhunya terlalu tinggi dapat memengaruhi tingkat prestasi karyawan. Suhu yang tinggi harus dapat ditoleransi dengan kelembaban yang rendah
b.      Beban kerja
Beban kerja yang terlalu banyak dapat menyebabkan ketegangan dalam diri seseorang sehingga menimbulkan stres. Hal ini bisa disebabkan oleh tingkat keahlian yang dituntut terlalu tinggi. Kecepatan  kerja mungkin terlalu tinggim volume kerja mugkin terlalu banyak dan sebagainya.
c.       Kebebasan
Kebebasan yang diberikan kepada karyawan belum tentu merupakan hal yang menyenangkan. Ada sebagian karyawan justru dengan adanya kebebasan membuat mereka merasa ketidakpastian dan ketidakmampuan dalam bertindak. Hal itu dapat merupakan sumber stress bagi seseorang.
C. Pengertian Konflik
Menurut Stephen P. Robbins dimana konflik sebagai suatu proses dimana A melakukan usaha yang sengaja dibuat untuk menghilangkan usaha-usaha B dengan sebentuk usaha untuk menghalangi mencapai tujuannya atau dalam meneruskan kepentingan-kepentingannya. Sedangkan menurut DuBrin, A. J. (1984:346) mengartikan konflik mengacu pada pertentangan antar individu atau kelompok yang dapat meningkatkan ketegangan sebagai akibat saling menghalangi dalam pencapaian tujuan sebagaimana dikemukakan sebagai berikut: “Conflict in the context used, refers to the opposition of persons of forces that gives rise some tension. It occurs two or more parties (individuals groups, organization) perceive mutually exclusive goals, or events.

   1. Jelaskan jenis-jenis konflik
       Konflik menurut Kreitner dan Kinicki (2010; 377) ada tiga macam, yaitu: persnonality conflict, Intergroup conflict, dan cross-cultural conflict.
a. personality conflict, merupakan perlawanan antarpersonal berdasar pada perasaan tidak suka, ketidaksepakatan personal atau gaya yang berbeda.
b. Intergroup conflict, merupakan konflik di antara kelompok kerja, tim, dan departemen yang merupakan tantangan bersama pada efektivitas organisasi.
c. Cross-cultural conflict, merupakan konflik yang terjadi karena melakukan bisnis dengan orang yang berasal dari budaya berbeda. Sering terjadi karena terdapat perbedaan asumsi tentang bagaimana berpikir dan bertindak dalam melakukan merger, joint venture, dan aliansi lintas budaya negara.
Sedangkan menurut T. Hani Handoko, ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi;
1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannnya.
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oelh perbedaan-perbedaan kepribadian. Konflik ini juga berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan)
3. Konflik antara individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma-norma kelompok
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan antar kelompok.
5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dan sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, dan jasa, harga-harga lebih rendah dan penggunaan sumber daya lebih efisien.

   2. Jelaskan proses-proses konflik
Tahapan atau proses konflik berdasarkan model pondy :
       I.            Tahap 1 ( Konflik Laten)
Tidak ada konflik yang muncul secara seketika, akan tetapi ada suatu potensi munculnya konflik karena beberapa faktor.
    II.            Tahap 2 (Konflik Dipresepsikan)
Subunit menyadari adanya konflik dan mulai menganalisanya. Konflik meningkat selama kelompok bersitegang atas sumber dari konflik.
 III.            Tahap 3 ( Konflik dirasakan)
Masing-masing subunit memberikan tanggapan secara emosional, dan menunjukan sikap yang bertentangan. Apa yang terjadi pada awalnya merupakan masalah kecil berkembang menjadi masalah besar.
 IV.            Tahap 4 (Konflik dimanifestasikan)
Masing-masing subunit melakukan agresi secara terbuka, sehingga efektivitas/prestasi organisasi menurun.
    V.            Tahap 5 (Buntut Konflik)
Konflik diatasi dengan menghilangkan perasaan bermusuhan dan menggantinya dengan kerjasama.



D. Cari kasus yang berkaitan dengan stres
#Konflik serta solusi
                        PT Muda Bahari adalah sebuah perusahaan dalam bisnis pengalengan ikan dengan lokasi usaha di Jakarta Utara. Perusahaan ini sudah berusia selama 12 tahun. Para top management memiliki program kerja yang bersifat jangka panjang dengan target perolehan keuntungan yang terus meningkat setiap tahunnya.
            Kondisi bisnis ikan kaleng saat ini penuh dengan persaingan, dan di sisi lain juga pengumuman kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) sebesar 20% oleh pemerintah benar-benar memberatkan para pebisnis. Di sisi lain perusahaan selama ini juga memiliki utang di bank yang harus selalu dibayar cicilannya setiap bulan.
            Jumlah karyawan perusahaan mencapai 200 orang dimana sekitar 75% dari mereka semuanya sudah berkeluarga dan memiliki tanggung jawab untuk menafkai anak dan istri, termasuk posisi istri yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga atau hanya memiliki pekerjaan yang bersifat serabutan. Di sisi lain perusahaan selama 2(dua) tahun ini hanya menaikan gaji karyawan pertahunnya sebesar 5 s/d 10 persen. Dimana angka ini dianggap oleh para karyawan sangat kecil dibandingkan dengan beban hidup yang harus mereka tanggung. Kondisi ini memperjelas bahwa para karyawan perusahaan sebenarnya banyak yang stress dalam menjalani pekerjaan disana. Artinya jika tidak bekerja, mereka tidak punya uang dan jika bekerja jumlah gaji yang diperoleh tidak mencukupi.
            Sebenarnya tindakan protes dan berbagai unjuk rasa lainnya sudah pernah terjadi namun pihak manajemen perusahaan tidak begitu peduli. Bahkan dari sebagian manajer mengusulkan agar dilakukan perampingan karyawan atau di PHK sebagian saja. Sementara untuk memenuhi target produksi dilakukan kerja lembur. Memang kerja lembur sering diadakan oleh pihak manajemen perusahaan namun jumlah uang penerimaan lembur itu sangat sedikit diperoleh dari para karyawan.
            Sebuah dampak lebih jauh yang turut dirasakan oleh para perusahaan adalah penurunan daya beli masyarakat terhadap produk ikan kaleng dari PT Muda Bahari di pasaran yang berdampak pada menurunya omset penjualan. Dan jika ini terus dibiarkan maka artinya perusahaan pelan-pelan akan bangkrut. Tentunya semua ini disebabkan oleh kondisi lingkungan kerja yang penuh dengan stress, terutama stress ditingkat karyawan

Solusi
Berdasarkan pada kasus di atas maka disini kita dapat memberikan solusi yang harus dilakukan oleh PT Muda Bahari :
1. Pertama, PT Muda Bahari harus melakukan evaluasi kembali pada setiap konsep yang mereka terapkan selama ini, termasuk pada pemberian gaji serta berbagai fasilitas lainnya kepada karyawan apakah dianggap layak atau tidak. Jika dianggap tidak layak maka artinya gaji karyawan harus dinaikan dan berbagai fasilitas tunjangan harus dinaikkan dan berbagai fasilitas tunjangan harus diberikan dalam jumlah yang sesuai sehingga keluhan dari para karyawan tidak akan dirasakan lagi termasuk memungkinkan hilangnya stress dan membawa dampak positif pada bangkitnya motivasi para karyawan.
2. Kedua, pihak manajemen perusahaan perlu membangun konsep inovasi dan kretifitas produk. Artinya produk yang ada selama ini mungkin tidak lagi disukai oleh konsumen maka citra rasa ikan kaleng tersebut harus dirubah. Termasuk melakukan survey yaitu apa jenis dan cita rasa yang disukai dan disesuaikan dengan segmen pasar yang akan dimasuki. Misalnya untuk kawula muda berbeda selera dengan orang tua, dan lain sebagainya.
3. Ketiga, ada baiknya bagi pihak manajemen perusahaan memikirkan tentang asuransi. Dengan tujuan jika terjadi sesuatu yang menimpa perusahaan dan karyawan maka semuanya bisa diselesaikan oleh pihak asuransi. Karena asuransi secara konsep mampu mnghilangkan stress atau mengurangi rasa was-was dan sejenisnya
Ada catatan penting yang harus diingat oleh pihak manajemen perusahaan bahwa organisasi yang baik adalah organisasi yang dibangun dengan rasa persaudaraan  dan kemitraan bukan atas dasar target kerja dan tekanan pekerjaan. Buatlah para karyawan merasa nyaman dan tidak ada stress dalam bekerja.

II. Komunikasi dalam manajemen
A. Pengertian Komunikasi
Steven L. McSHane dan Marry Ann Von Glinow (2010:270) mengemukakan bahwa komunikasi menunjukan pada proses dengan mana informasi dikirimkan dan dipahami di antara dua orang atau lebih. Penekanan pada kata dipahami karena mengirimkan makna yang dimaksudkan sender adalah esensi komunikasi yang baik.
            Komunikasi merupakan pertukaran informasi antara sender dan receiver, dan menarik kesimpulan sebagai presepsi tentang makna sesuatu antara individual yang terlibat. Juga dikatakan sebagai pertukaran interpersonal  dari informasi dan pengertian (Robert Kreitner dan Angelo Kinicki, 2010-402). Dikatakan pula bahwa komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan simbol dengan arti yang melekat (John R. Schermerhorn Jt., James G. Hunt, dan Mary Uhl-Bien)

B. Jelaskan Proses Komunikasi
    Proses komunikasi menurut pendapat di antara para pakar pada umumnya kurang lebih sama. Perbedaan serring terjadi dalam cara menggambarkan prosesnya. Secara umum, tahapan dalam proses komunikasi dapat disampaikan sebagai berikut:
a.       Sender, adalah individu, kelompok atau organisasi yang menginginkan menyampaikan pesan kepada individu, kelompok atau organisasi lain, yaitu receiver
b.      Encoding, adalah menerjamahkan pemikiran tentang apa yang ingin disampaikan ke dalam kode atau bahasa yang dapat dimengerti orang lain. Ini membentuk dasar dari message atau pesan. Kemudian perlu memilih saluran yang dipergunakan untuk membagikan pesan.
c.       Message, adalah pesan yang merupakan informasi yang ingin disampaikan sender kepada receiver
d.      Channel atau medium, merupakan saluran yang akan dipakai untuk menyampaikan pesan. Variasi saluran komunikasi sangat banyak dan berjenjang tingkat kekuatan komunikasinya.
e.       Decoding, memecahkan sandi, merupakan proses menginterpretasikan dan membuat masuk akal suatu pesan yang diterima receiver.
f.       Receiver, adalah orang, kelompok, atau organisasi kepada siapa pesan dimaksudkan untuk diterima. Kemudian receiver menciptakan arti pesan yang diterimanya.
g.      Noise, merupakan sesuatu yang menganggu terhadap penyampaian dan pemahaman terhadap pesan. Ini dapat memengaruhi setiap bagian  dari proses komunikasi. Merupakan faktor yang dapat mendistorsi kejelasan pesan pada setiap titik selama proses komunikasi.
h.      Feedback, merupakan pengetahuan tentang dampak pesan pada receiver dan menimbulkan reaksi receiver disampaikan kepada sender.

C. Jelaskan Hambatan Komunikasi
    Language barriers. Pengetahuan tentang bahasa home country, yang dupergunakan Kantor Pusat, penting bagi personil yang ditempatkan dalam penugasan luar negeri. Apabila manajer tidak memahami bahasa yang dipergunakan Kantor Pusat, mereka akan membuat bermacam-macam kesalahan yang sangat luas, jarak geografis menempatkan tantangan bagi manajer internasional, demikian pula jarak kultural dan instusional.
   Preceptual barriers. Presepsi adalah pandangan orang tentang realitas bervariasi dan akan memengaruhi pertimbangan dan pengambilan keputusan mereka, Apabila perantara saham Jepang merasa bahwa ada kesempatan memperbaiki karier dapat diperoleh dari perusahaan Amerika, maka dia berganti pekerjaan.
   The impact of culture. Budaya dapat memengaruhi komunikasi dengan beberapa cara, di antaranya melalui dampak nilai kultural. Perbedaan budaya dapat menyebabkan kesalahan interpretasi baik dalam bagaimana orang lain melihat manajer ekspatriat dan bagaimana pula





D. Jelaskan Pengertian Komunikasi interpersonal efektif dalam organisasi
Adalah komunikasi antara individu ke individu lainnya dalam bentuk tatap muka antar kelompok. Dalam sebuah organisasi, aliran komunikasi dari individu ke individu lainnya bervariasi dalam berbagai aspek, mulai dari bentuk tatap muka dan dalam susunan kelompok hingga ke bentuk pesan instan dan konferensi video. Aliran semacam itu disebut sebagai komunikasi interpersonal (interpersonal communication) dan dapat bervariasi dari perintah langsung hingga ekpresi kasual. Perilaku interpersonal tidak dapat muncul tanpa adanya komunikasi interpersonal. Selain menyediakan informasi yang dibutuhkan, komunikasi interpersonal juga mempengaruhi bagaimana perasaan seseorang terhadap organisasi. Contohnya, penelitian menunjukan bahwa kepuasan terhadap hubungan komunikasi mempengaruhi komitmen terhadap organisasi

E. Jelaskan Model Pengelolahan dalam Komunikasi

Salah satu model yang banyak digunakan untuk menggambarkan proses komunikasi adalah model sirkular yang dibuat oleh Osgood bersama Schramm (1954). Kedua tokoh ini mencurahkan perhatian mereka pada peranan sumber dan penerima sebagai pelaku utama komunikasi, sebagaimana ditunjukan dalam Gambar 11.
            Model ini menggambarkan komunikasi sebagai proses yang dinamis, di mana pesan ditransmit melalui proses encoding dan decoding. Encoding adalah translasi yang dilakukan oleh sumber atas sebuah pesan, dan  decoding adalah translasi yang dilakukan oleh penerima terhadap pesan yang berasal dari sumber. Hubungan antara encoding dan decoding adalah hubungan antara sumber dan penerima secara simultan dan saling memengaruhi satu sama lain.
            Sebagai proses yang dinamis, interpreter pada model sirkular ini bisa berfungsi ganda sebagai pengirim dan penerima pesan.

                                                Gambar 11
Pada tahap awal, sumber berfungsi sebagai encoder dan penerima sebagai decoder. Tetapi pada tahap berikutnya penerima berfungsi sebagai pengirim (encoder) dan sumber sebagai penerima (decoder), dengan kata lain sumber pertama akan menjadi penerima kedua dan penerima pertama akan berfungsi sebagai sumber kedua, dan seterusnya.
            Jika dalam model ini komunikasi matematik Shannon dan Weaver melihat proses komunikasi berakhir setelah tiba pada tujuan (destination), maka dalam model sirkular justru Osgood dan Schramm melihat proses itu berlangsung secara terus-menerus (simultan). Pelaku dalam model ini mempunyai kedudukan yang sama. Oleh karena itu proses komunikasi dapat dimulai dan berakhir di mana dan kapan saja.
F. Jelaskan Model Interaktif Manajemen dalam komunikasi
Model interaktif Manajemen
1. Confidence
Kenyamanan dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian
2. Immediacy
Suatu model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan
3. Interaction management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan
4. Expressivenes
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi
5. Other-orientation

DAFTAR PUSTAKA :
Fahmi, Irham. (2011). Manajemen Teori, Kasus, dan Solusi. Bandung:Alfabeta
Fahmi, Irham. (2013). Perilaku Organisasi Teori, Aplikasi, dan Kasus. Bandung:Alfabeta
Gitosudarmo, Indriyo. Sudita, Nyoman. (1997). Perilaku keorganisasian. Yogyakarta:BPFE
Ivanevich, John. dkk. (2006) . Perilaku dan manajemen organisasi, edisi ketujuh jilid 2. :PT Gelora Aksara Pratama
Kandarisman, M. (2012). Manajemen pengembangan sumber daya manusia. Jakarta:PT RAJAGRAFINDO PERSADA
Rusdiana, A. dkk. (2014). Sistem informasi manajemen. Bandung:CV PUSTAKA SETIA
Triatna, Cepi (2015). Perilaku organisasi dalam pendidikan. Bandung:PT REMAJA ROSDARKARYA
Wibowo. (2010). Budaya organisasi. Jakarta:PT RAJAGRAFINDO PERSADA
Wibowo. (2013). Perilaku dalam organisasi. Jakarta:PT RAJAGRAFINDO PERSADA
Suranto. (2011). Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta:Graha Ilmu

Minggu, 13 November 2016

Tugas ke III Psikologi Manajemen



TUGAS 3

A. Controlling fungsi manajemen

1.      Pengertian dari controlling fungsi manajemen
   
     Semua fungsi-fungsi manajemen terdahulu tidak akan efektif tanpa fungsi pengawasan. Dengan pengawasan dapat diketahui tentang hasil yang telah dicapai. Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan alat untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Cara yang dilakukan dalam pengawasan yaitu membandingkan segala sesuatu telah dijalankan dengan standar atau rencananya, serta melakukan perbaikan-perbaikan bila terjadi penyimpangan. Pengawasan bisa bersifat positif maupun negatif. Pengawasan positif mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Sedangkan pengawasan negative mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau tidak dibutuhkan tidak akan terjadi kembali.

2.      Jelaskan langkah-langkah controlling fungsi manajemen

a.       Menetapkan standard dan metode mengukur prestasi kerja
        Standar yang dimaksud adalah kriteria yang sederhana untuk prestasi kerja, yakni titik-titik yang terpilih di dalam seluruh program perencanaan untuk mengukur prestasi kerja tersebut guna memberikan tanda kepada manajer tentang perkembangan yang terjadi dalam perusahaan itu tanpa perlu mengawasi setiap langkah yang terjadi dalam perusahaan itu tanpa perlu mengawasi setiap langkah untuk proses pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan.
b.      Melakukan pengukuran prestasi kerja
Langkah kedua dalam pengawasan ialah mengukur atau mengevaluasi prestasi kerja terhadap standar yang telah ditentukan. Seperti yang akan kita lihat, walaupun tidak selalu dapat dilaksanakan dalam praktik, pengukuran prestasi kerja terhadap standar secara ideal hendaknya dilakukan atas dasar pandangan ke depan sehingga penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dapat diketahui lebih dulu.
c.       Menetapkan apakah prestasi kerja sesuai dengan standar
Setelah dua proses sebelumnya dilalui, yang perlu dilakukan dalam langkah ini adalah membandingkan hasil pengukuran dengan target atau standar yang telah ditetapkan. Bila prestasi sesuai dengan standar, manajer akan menilai bahwa segala sesuatunya berada dalam kendali.
d.      Mengambil tindakan korektif
Proses pengawasan tidak lengkap jika tidak diambil tindakan untuk membetulkan penyimpangan yang terjadi. Jika standar ditetapkan untuk mencerminkan struktur organisasi dan apabila prestasi kerja diukur dengan standar ini, pembetulan terhadap penyimpangan yang negatif dapat tercapai karena manajer sudah mengetahui dengan tepat, di bagian mana dari pelaksanaan tugas oleh individu atau kelompok kerja tindakan koreksi itu harus dikenakan.


3.      Tipe-tipe controlling fungsi manajemen

Menurut Malayu S.P Hasibuan (2006:248):
a.       Internal control (pengendalian internal) adalah pengendalian yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahannya. Cakupan dari pengendalian ini meliputi hal-hal yang cukup luas, baik pelaksanaan tugas, prosedur kerja, kedisiplinan karyawan, Audit control adalah pemeriksaan atau penilaian atas masalah-masalah yang berkaitan dengan pembukuan perusahaan. Jadi, pengendalian atas masalah khusus, yaitu tentang kebenaran pembukuan suatu perusahaan.
b.      External control (pengendalian eksternal) adalah pengendalian yang dilakukan oleh pihak luar. Pengendalian yang dilakukan oleh pihak luar. Pengendalian eksternal ini dapat dilakukan secara formal atau informal, misalnya pemeriksaan pembukuan oleh kantor akuntan dan penilaian yang dilakukan oleh masyarakat akan berbeda hasilnya.
c.       Formal control (pengendalian resmi) yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh instansi atau pejabat resmi dan dapat dilakukan secara intern maupun ekstern. Misalnya pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap BUMN.
d.      Informal control (pengendalian konsumen) adalah penilaian yang dilakukan oleh masyarakat atau konsumen, baik langsung, maupun tidak langsung, melalui media massa cetak atau elektronik.

4.      Buat strategi controlling untuk sebuah organisasi menurutmu

a.       Menyusun perencanaan kriteria kerja dan visi misi yang ingin dicapi oleh sebuah organisasi
b.      Menerapkan perencanaan kerja dalanm organisasi sesuai dengan perkembangan zaman, agar sesuai dengan kebutuhan manusia dan organisasi
c.       Melakukan pengukuran kerja dan motivasi kerja dalam organisasi
d.      Melakukan evaluasi kerja dan penialian atas pekerjaan yang telah dilakukan di dalam organisasi
e.       Serta melakukan perbaikan atas segala penyimpangan yang terjadi di organisasi dan memastikan bahwa hal yang menyimpang itu tidak lagi menghambat organisasi



B. Kekuasaan dan pengaruh

1.      Pengertian kekuasaan

    Kekuasaan adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain sehingga dapat disesuaikan dengan keinginan kita. Mempunyai kekuasaan berarti mempunyai kemampuan untuk merubah perilaku atau sikap individu-individu lainnya.

Miftah Thoha (1998:1) mengemukakan bahwa: “Suatu organisasi akan berhasil atau gagal sebagian bisa ditentukan oleh kepemimpinan”. Pengertian tersebut menjelaskan pada kita bahwa keberhasilan organisasi dalam menjalankan programnya didukung oleh kepemimpinan yang baik pula. Oleh karena itu, kepemimpinan yang baik harus mampu dipahami dan diterapkan secara baik dalam diri pemimpin.
        Banyak defenisi mengenai kepemimpinan yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, tergantung prespektif yang digunakan. Kepemimpinan dapat didefenisikan berdasarkan penerapannya  pada bidang pendidikan militer, olahraga, bisnis, pemerintahan, industry, dan bidang-bidang lainnya.
        Kepemimpinan dalam bahasa Indonesia merupakan asal kata dari pemimpin yang diberi imbuhan ke-an. Mamduh M. Hanafi (2011:316)  mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas tugas dari orang-orang dalam kelompok.
       G.R. Terry (2008:152) mengungkapkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan mengarahkan pengikut-pengikutnya untuk bekerja sama dengan kepercayaan serta tekun mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan mereka.

2.      Jelaskan sumber-sumber kekuasaann

a.       Reward Power berasal dari sejumlah balas jasa seperti pemberian kompensasi atau pengahrgaan kepada orang lain untuk melaksanakan perintah, sehingga orang patuh karena mengharapkan dengan kepatuhannya akan diberikan kompensasi atau penghargaan
b.      Coercive Power bersumber dari perasaan seseorang yang apabila tidak melaksanakan perintah pimpinan ia akan mendapatkan hukuman seperti teguran, pemecatan dan sebagainya.
c.       Legitimate Power berasal dari kekuasaan yang diberikan secara resmi oleh lembaga/organisasi sesuai dengan wewenang yang dimiliki hierarki organisasi. Seseorang yang menjabat suatu jabatan dalam suatu organisasi dipatuhi karena jabatannya itu.
d.      Contol of Information berasal dari pengetahuan atau informasi yang tidak dimiliki oleh orang lain. Cara ini digunakan dengan pemberian atau penahanan suatu informasi yang dibutuhkan.
e.       Referant Power berasal dari kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain karena kharismanya, jati dirinya, integritasnya, kepopulerannya dan karena keyakinan seseorang. Tanpa disadari, gerak geriknya selalu ditiru dan dicontoh oleh orang lain.
f.       Expert Power berasal dari kemampuan seseorang dalam memengaruhi orang lain karena keahlian dan pengetahuan yang dimilikinya lebih luas dan lebih dalam dibandingkan dengan keahlian dan pengetahuan orang lain.

3.      Pengertian dari pengaruh

Influence atau pengaruh adalah penggunaan perilaku aktual yang menyebabkan perubahan perilaku atau sikap-sikap orang lain. Terdapat dua aspek penting pengaruh, yaitu: (a) pengaruh dapat dilihat sebagai direksional. Kebanyakam sering terjadi bersifat downward, manajer memengaruhi pekerja. Tetapi dapat juga berisfat lateral, rekan sekerja memengaruhi rekan sekerja atau upward, pekerja memengaruhi manajer, (b) pengaruh bersifat relatif. Kekuasaan absolut ‘influencer’ dan ‘influencee’ tidak sepenting disparitas di antara mereka (Colquitt, LePine, Wesson, 2011: 456)

4.      Jelaskan pengaruh taktik dalam organisasi
Pengaruh taktik dalam kekuasaan ialah untuk mendapatkan kekuasaan, kita memerlukan taktik tertentu. Taktik kekuasaan adalah cara di mana individu menerjamahkan basis kekuasaan ke dalam tindakan spesifik. Robbins dan Judge (2011:459) mengindentifikasi adanya Sembilan taktik sebagai berikut:

a.       Legitimacy, legitimasi mendasarkan pada posisi kewenangan kita atau mengajukan permintaan sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasional.
b.      Rational persuation. Menunjukkan argumen yang logis dan kejadian factual untuk menunjukan bahwa permintaan adalah masuk akal.
c.       Inspirational appeals. Membangun komitmen emosional dengan membandigkan pada nilai target, kebutuhan, harapan, dan aspirasi.
d.      Consultation. Meningkatkan dukungan target dengan melibatkan mereka dalam memutuskan bagaimana kita akan menyelesaikan rencana kita.
e.       Exchange. Menghargai target dengan manfaat atau keuntungan dalam pertukaran untuk memenuhi permintaan.





5.      Cari kasus tentang kekuasaan dan pengaruh terhadap sebuah organisasi, terus beri saran
Kasus

Bapak Sam Ali adalah direktur PT Maju Bersama. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pabrik batako, dan penjualan beberapa jenis bahan bangunan, termasuk menangani pembangunan perumahan.
             Bapak Sam Ali seorang pemimpin yang sangat mencintai pekerjaannya, beliau termasuk tipe orang pekerja keras, dan menyukai tantangan , Beberapa mitra bisnis menyebut beliau sebagai pengusaha yang bertangan dingin. Pembawaan dan karakteristik adalah keras, termasuk keras dalam menegakkan konsep kedisiplinan kepada para karyawannya. Salah satu yang beliau tekankan selalu agar para karyawan jujur, adil, dan memiliki disiplin tinggi pada perusahaan.
             Namun disamping sikap yang seperti itu yang dimiliki  oleh Bapak Sam Ali, beliau juga memiliki sikap yang dianggap oleh beberapa karyawan adalah  tempramen dan jarang memuji karyawan yang dianggap berprestasi. Sehingga para karyawan yang berprestasi jarang sekali dipuji dalam bentuk kata-kata, paling para karyawan yang berprestasi tersebut hanya dihargai dalam bentuk pemberian bonus yang sedikit lebih dari para karyawan lainnya. Karena bagi Bapak Sam Ali jika karyawan sering-sering dipuji maka karyawan itu nantinya ia akan sombong, dan seorang pemimpin jauh lebih disegani oleh para karyawannya. Sebenarnya sikap seperti itu bagi sebagian karyawan lain dianggap tidak masalah karena sebenarnya penghargaan dalam bentuk financial ada walaupun dalam bentuk kata-kata tidak disampaikan.
             Namun ada kelemahan lain yang dimiliki oleh Bapak Sam Ali yaitu beliau sangat mencintai keluarganya. Sehingga tidak heran jika keluarga dekat Bapak Sam Ali banyak yang ditempatkan kerja di PT Maju Bersama adalah tidak semuanya menduduki posisi penting, karena yang menduduki posisi penting tetaplah mereka. Tapi bagi sebagian karyawan sikap dan tindakan Bapak Sam Ali sudah tidak sesuai dengan konsep yang dikemukakan yaitu para karyawan harus jujur, adil, dan disiplin. Karena bagi karyawan ketidakadilan itu adalah dengan menerima terlalu banyak anggota keluargannya sendiri di perusahaan tersebut, padahal masih banyak pelamar lainnya yang lebih berkualitas namun ditolak untuk bekerja disana.

Saran :
Berdasarkan kasus ini, saya berpendapat bahwa untuk menjaga kekuasan dan pengaruh diperlukan juga rasa menghargai dalam kasus seperti ini, karena walaupun pemimpinya tidak mau untuk memberikan pujian karena takut akan membuat karyawan sombong, pemimpin seharusnya memberikan penghargaan berupa kata-kata seperti terima kasih dan memotivasi mereka dalam bekerja agar terciptanya kerja sama dan dukungan yang baik anatara pemimpin dan karyawan, selain itu karena pemimpin perusahaan ini lebih banyak menempatkan anggota keluarga di posisi penting, alangkah bijak dan tidak menimbulkan pemikiran yang subjektif dan adil, seharusnya harus menempatkan anggota keluarga di bagian pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan memasukan pelamar-pelamar yang sesuai dengan kriteria perusahaan.




Daftar Pustaka




Mulianto, S. (2006). PL Supervisi Prespektif Syariah. Elex Media Kumputindo:Jakarta

Arifin, R. Muhammad, H. (2016). Pengantar manajemen. Empatdua:Malang

Afifuddin, H. (2015). Dasar-dasar manajemen. Alfabeta:Bandung

Wibowo. (2016). Perilaku dalam organisasi. PT RajaGrafindo Persada:Jakarta

Fahmi, I. (2012). Manajemen teori, kasus, dan solusi. Alfabeta:Bandung