Minggu, 22 Oktober 2017
TUGAS SOFTSKILL MINGGU 1
Sistem Informasi Psikologi
1.
Anak
Agung Kartika
Sari (10514983)
2. Andito Pattiasina
(1C514925)
3. Aswen
Nissaul M. (11514769)
4. Dylan Winalda (13514370)
5.
Intan
Dwi Hidayati
(15514364)
Minggu, 15 Januari 2017
Tugas Psikologi Manajemen IV
I.
Empowerment, Stress dan Konflik
A.
Pengertian Empowerment
Clutterbuck
et al. (1995:12) mengemukakan dalam teorinya bahwa “empowerment in terms of encouraging and
allowing individuals to take personal responbility for improving the way they
do their job and contribute to organization’s goal”. Atas pendapat tersebut
menunjukan bahwa pemberdayaan dimaksudkan sebagai suatu pemberian semangat dan
mengizinkan individu untuk mengambil tanggung jawab dalam rangka memperbaiki
cara yang mereka yang lakukan dalam pekerjaannya dan memberi kontribusi
terhadap pencapaian tujuan organisasi. Setelah remunisasi serta pembinaan
disiplin, maka SDM tersebut perlu diberi semangat atau motivasi agar mereka
tetap bekerja dengan baik dan selalu memberikan prestasi yang terbaik bagi
organisasi.
B.
Pengertian Stres
Stres merupakan kondisi ketegangan yang
berpengaruh terhadap emosi, jalan
pikiran dan kondisi fisik seseorang. Menurut Panji Anoraga (1992: 108),
mengatakan bahwa stres merupakan suatu bentuk tanggapan seseorang, baik fisik
maupun mental, terhadap suatu perubahan
di lingkungannya yang dirasakan menganggu dan mengakibatkan dirinya
terancam
1. Sumber-sumber stres
a.
Secara Fisik
meliputi
1) Kebisingan
Kebisingan yang terus-menerus dapat menjadi sumber
stres bagi banyak orang. Namun perlu diketahui bahwa terlalu tegang juga dapat
mengakibatkan hal yang sama
2) Kelelahan
Masalah kelelahan dapat menyebabkan stress karena
kemampuan untuk bekerja menurun. Kemampuan bekerja menurun menyebabkan prestasi
menurun dan tanpa disadari menimbulkan stress.
3) Penggeseran kerja
Mengubah pola kerja yang terus-menerus dapat
menimbulkan stress. Hal ini disebabkan karena seorang karyawan sudah terbiasa
dengan pola kerja yang lama dan sudah terbiasa dengan kebiasan-kebiasaan lama
4) Jetlag
Jetlag adalag jenis kelelahan khusus yang disebabkan
oleh perubahan waktu sehingga memengaruhi irama tubuh seseorang. Untuk itu
disarankan bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh di mana terdapat perbedaan
waktu, agar beristirahat minimal 24 jam sebelum melakukan sesuatu aktivitas.
5) Suhu dan kelembutan
Bekerja dengan suatu ruangan yang suhunya terlalu
tinggi dapat memengaruhi tingkat prestasi karyawan. Suhu yang tinggi harus
dapat ditoleransi dengan kelembaban yang rendah
b.
Beban kerja
Beban kerja yang
terlalu banyak dapat menyebabkan ketegangan dalam diri seseorang sehingga
menimbulkan stres. Hal ini bisa disebabkan oleh tingkat keahlian yang dituntut
terlalu tinggi. Kecepatan kerja mungkin
terlalu tinggim volume kerja mugkin terlalu banyak dan sebagainya.
c.
Kebebasan
Kebebasan yang
diberikan kepada karyawan belum tentu merupakan hal yang menyenangkan. Ada
sebagian karyawan justru dengan adanya kebebasan membuat mereka merasa
ketidakpastian dan ketidakmampuan dalam bertindak. Hal itu dapat merupakan
sumber stress bagi seseorang.
C.
Pengertian Konflik
Menurut
Stephen P. Robbins dimana konflik sebagai suatu proses dimana A melakukan usaha
yang sengaja dibuat untuk menghilangkan usaha-usaha B dengan sebentuk usaha
untuk menghalangi mencapai tujuannya atau dalam meneruskan
kepentingan-kepentingannya. Sedangkan menurut DuBrin, A. J. (1984:346)
mengartikan konflik mengacu pada pertentangan antar individu atau kelompok yang
dapat meningkatkan ketegangan sebagai akibat saling menghalangi dalam
pencapaian tujuan sebagaimana dikemukakan sebagai berikut: “Conflict in the context used, refers to the
opposition of persons of forces that gives rise some tension. It occurs two or
more parties (individuals groups, organization) perceive mutually exclusive
goals, or events.
1. Jelaskan jenis-jenis konflik
Konflik menurut Kreitner dan Kinicki
(2010; 377) ada tiga macam, yaitu: persnonality
conflict, Intergroup conflict, dan cross-cultural
conflict.
a.
personality conflict, merupakan
perlawanan antarpersonal berdasar pada perasaan tidak suka, ketidaksepakatan
personal atau gaya yang berbeda.
b.
Intergroup conflict, merupakan
konflik di antara kelompok kerja, tim, dan departemen yang merupakan tantangan
bersama pada efektivitas organisasi.
c.
Cross-cultural conflict, merupakan
konflik yang terjadi karena melakukan bisnis dengan orang yang berasal dari
budaya berbeda. Sering terjadi karena terdapat perbedaan asumsi tentang
bagaimana berpikir dan bertindak dalam melakukan merger, joint venture,
dan aliansi lintas budaya negara.
Sedangkan
menurut T. Hani Handoko, ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi;
1.
Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi
ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya, bila
berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu
diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannnya.
2.
Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering
diakibatkan oelh perbedaan-perbedaan kepribadian. Konflik ini juga berasal dari
adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan)
3.
Konflik antara individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu
menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja
mereka. Sebagai contoh seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh
kelompok kerjanya karena melanggar norma-norma kelompok
4.
Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan
antar kelompok.
5.
Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi
dan sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya
pengembangan produk baru, dan jasa, harga-harga lebih rendah dan penggunaan
sumber daya lebih efisien.
2. Jelaskan proses-proses konflik
Tahapan
atau proses konflik berdasarkan model pondy :
I.
Tahap 1 (
Konflik Laten)
Tidak ada konflik yang muncul secara seketika, akan
tetapi ada suatu potensi munculnya konflik karena beberapa faktor.
II.
Tahap 2 (Konflik
Dipresepsikan)
Subunit menyadari adanya konflik dan mulai
menganalisanya. Konflik meningkat selama kelompok bersitegang atas sumber dari
konflik.
III.
Tahap 3 (
Konflik dirasakan)
Masing-masing subunit memberikan tanggapan secara
emosional, dan menunjukan sikap yang bertentangan. Apa yang terjadi pada
awalnya merupakan masalah kecil berkembang menjadi masalah besar.
IV.
Tahap 4 (Konflik
dimanifestasikan)
Masing-masing subunit melakukan agresi secara
terbuka, sehingga efektivitas/prestasi organisasi menurun.
V.
Tahap 5 (Buntut
Konflik)
Konflik diatasi dengan menghilangkan perasaan
bermusuhan dan menggantinya dengan kerjasama.
D.
Cari kasus yang berkaitan dengan stres
#Konflik
serta solusi
PT Muda Bahari adalah
sebuah perusahaan dalam bisnis pengalengan ikan dengan lokasi usaha di Jakarta
Utara. Perusahaan ini sudah berusia selama 12 tahun. Para top management memiliki program kerja yang bersifat jangka panjang
dengan target perolehan keuntungan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Kondisi bisnis ikan kaleng saat ini
penuh dengan persaingan, dan di sisi lain juga pengumuman kenaikan harga BBM
(bahan bakar minyak) sebesar 20% oleh pemerintah benar-benar memberatkan para
pebisnis. Di sisi lain perusahaan selama ini juga memiliki utang di bank yang
harus selalu dibayar cicilannya setiap bulan.
Jumlah karyawan perusahaan mencapai
200 orang dimana sekitar 75% dari mereka semuanya sudah berkeluarga dan
memiliki tanggung jawab untuk menafkai anak dan istri, termasuk posisi istri
yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga atau hanya memiliki pekerjaan yang bersifat
serabutan. Di sisi lain perusahaan selama 2(dua) tahun ini hanya menaikan gaji
karyawan pertahunnya sebesar 5 s/d 10 persen. Dimana angka ini dianggap oleh
para karyawan sangat kecil dibandingkan dengan beban hidup yang harus mereka
tanggung. Kondisi ini memperjelas bahwa para karyawan perusahaan sebenarnya
banyak yang stress dalam menjalani pekerjaan disana. Artinya jika tidak bekerja,
mereka tidak punya uang dan jika bekerja jumlah gaji yang diperoleh tidak
mencukupi.
Sebenarnya tindakan protes dan
berbagai unjuk rasa lainnya sudah pernah terjadi namun pihak manajemen
perusahaan tidak begitu peduli. Bahkan dari sebagian manajer mengusulkan agar
dilakukan perampingan karyawan atau di PHK sebagian saja. Sementara untuk
memenuhi target produksi dilakukan kerja lembur. Memang kerja lembur sering
diadakan oleh pihak manajemen perusahaan namun jumlah uang penerimaan lembur
itu sangat sedikit diperoleh dari para karyawan.
Sebuah dampak lebih jauh yang turut
dirasakan oleh para perusahaan adalah penurunan daya beli masyarakat terhadap
produk ikan kaleng dari PT Muda Bahari di pasaran yang berdampak pada menurunya
omset penjualan. Dan jika ini terus dibiarkan maka artinya perusahaan
pelan-pelan akan bangkrut. Tentunya semua ini disebabkan oleh kondisi lingkungan
kerja yang penuh dengan stress, terutama stress ditingkat karyawan
Solusi
Berdasarkan
pada kasus di atas maka disini kita dapat memberikan solusi yang harus
dilakukan oleh PT Muda Bahari :
1.
Pertama, PT Muda Bahari harus melakukan evaluasi kembali pada setiap konsep
yang mereka terapkan selama ini, termasuk pada pemberian gaji serta berbagai
fasilitas lainnya kepada karyawan apakah dianggap layak atau tidak. Jika
dianggap tidak layak maka artinya gaji karyawan harus dinaikan dan berbagai
fasilitas tunjangan harus dinaikkan dan berbagai fasilitas tunjangan harus
diberikan dalam jumlah yang sesuai sehingga keluhan dari para karyawan tidak
akan dirasakan lagi termasuk memungkinkan hilangnya stress dan membawa dampak
positif pada bangkitnya motivasi para karyawan.
2.
Kedua, pihak manajemen perusahaan perlu membangun konsep inovasi dan kretifitas
produk. Artinya produk yang ada selama ini mungkin tidak lagi disukai oleh
konsumen maka citra rasa ikan kaleng tersebut harus dirubah. Termasuk melakukan
survey yaitu apa jenis dan cita rasa yang disukai dan disesuaikan dengan segmen
pasar yang akan dimasuki. Misalnya untuk kawula muda berbeda selera dengan
orang tua, dan lain sebagainya.
3.
Ketiga, ada baiknya bagi pihak manajemen perusahaan memikirkan tentang asuransi.
Dengan tujuan jika terjadi sesuatu yang menimpa perusahaan dan karyawan maka
semuanya bisa diselesaikan oleh pihak asuransi. Karena asuransi secara konsep
mampu mnghilangkan stress atau mengurangi rasa was-was dan sejenisnya
Ada
catatan penting yang harus diingat oleh pihak manajemen perusahaan bahwa
organisasi yang baik adalah organisasi yang dibangun dengan rasa
persaudaraan dan kemitraan bukan atas
dasar target kerja dan tekanan pekerjaan. Buatlah para karyawan merasa nyaman
dan tidak ada stress dalam bekerja.
II.
Komunikasi dalam manajemen
A.
Pengertian Komunikasi
Steven
L. McSHane dan Marry Ann Von Glinow (2010:270) mengemukakan bahwa komunikasi
menunjukan pada proses dengan mana informasi dikirimkan dan dipahami di antara
dua orang atau lebih. Penekanan pada kata dipahami karena mengirimkan makna
yang dimaksudkan sender adalah esensi komunikasi yang baik.
Komunikasi merupakan pertukaran
informasi antara sender dan receiver, dan menarik kesimpulan sebagai
presepsi tentang makna sesuatu antara individual yang terlibat. Juga dikatakan
sebagai pertukaran interpersonal dari
informasi dan pengertian (Robert Kreitner dan Angelo Kinicki, 2010-402).
Dikatakan pula bahwa komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan simbol
dengan arti yang melekat (John R. Schermerhorn Jt., James G. Hunt, dan Mary
Uhl-Bien)
B.
Jelaskan Proses Komunikasi
Proses komunikasi menurut pendapat di
antara para pakar pada umumnya kurang lebih sama. Perbedaan serring terjadi
dalam cara menggambarkan prosesnya. Secara umum, tahapan dalam proses
komunikasi dapat disampaikan sebagai berikut:
a. Sender, adalah individu, kelompok atau organisasi yang
menginginkan menyampaikan pesan kepada individu, kelompok atau organisasi lain,
yaitu receiver
b. Encoding, adalah menerjamahkan pemikiran tentang apa yang
ingin disampaikan ke dalam kode atau bahasa yang dapat dimengerti orang lain.
Ini membentuk dasar dari message atau
pesan. Kemudian perlu memilih saluran yang dipergunakan untuk membagikan pesan.
c. Message, adalah pesan yang merupakan informasi yang ingin
disampaikan sender kepada receiver
d. Channel atau medium, merupakan saluran yang akan dipakai
untuk menyampaikan pesan. Variasi saluran komunikasi sangat banyak dan
berjenjang tingkat kekuatan komunikasinya.
e. Decoding, memecahkan sandi, merupakan proses
menginterpretasikan dan membuat masuk akal suatu pesan yang diterima receiver.
f. Receiver, adalah orang, kelompok, atau organisasi kepada
siapa pesan dimaksudkan untuk diterima. Kemudian receiver menciptakan arti pesan yang diterimanya.
g. Noise, merupakan sesuatu yang menganggu terhadap
penyampaian dan pemahaman terhadap pesan. Ini dapat memengaruhi setiap
bagian dari proses komunikasi. Merupakan
faktor yang dapat mendistorsi kejelasan pesan pada setiap titik selama proses
komunikasi.
h. Feedback, merupakan pengetahuan tentang dampak pesan pada receiver dan menimbulkan reaksi receiver disampaikan kepada sender.
C.
Jelaskan Hambatan Komunikasi
Language barriers. Pengetahuan
tentang bahasa home country, yang dupergunakan
Kantor Pusat, penting bagi personil yang ditempatkan dalam penugasan luar
negeri. Apabila manajer tidak memahami bahasa yang dipergunakan Kantor Pusat,
mereka akan membuat bermacam-macam kesalahan yang sangat luas, jarak geografis
menempatkan tantangan bagi manajer internasional, demikian pula jarak kultural
dan instusional.
Preceptual barriers. Presepsi adalah
pandangan orang tentang realitas bervariasi dan akan memengaruhi pertimbangan
dan pengambilan keputusan mereka, Apabila perantara saham Jepang merasa bahwa
ada kesempatan memperbaiki karier dapat diperoleh dari perusahaan Amerika, maka
dia berganti pekerjaan.
The impact of culture. Budaya dapat
memengaruhi komunikasi dengan beberapa cara, di antaranya melalui dampak nilai
kultural. Perbedaan budaya dapat menyebabkan kesalahan interpretasi baik dalam
bagaimana orang lain melihat manajer ekspatriat dan bagaimana pula
D.
Jelaskan Pengertian Komunikasi interpersonal efektif dalam organisasi
Adalah
komunikasi antara individu ke individu lainnya dalam bentuk tatap muka antar
kelompok. Dalam sebuah organisasi, aliran komunikasi dari individu ke individu
lainnya bervariasi dalam berbagai aspek, mulai dari bentuk tatap muka dan dalam
susunan kelompok hingga ke bentuk pesan instan dan konferensi video. Aliran
semacam itu disebut sebagai komunikasi interpersonal (interpersonal communication) dan dapat bervariasi dari perintah
langsung hingga ekpresi kasual. Perilaku interpersonal tidak dapat muncul tanpa
adanya komunikasi interpersonal. Selain menyediakan informasi yang dibutuhkan,
komunikasi interpersonal juga mempengaruhi bagaimana perasaan seseorang
terhadap organisasi. Contohnya, penelitian menunjukan bahwa kepuasan terhadap
hubungan komunikasi mempengaruhi komitmen terhadap organisasi
E.
Jelaskan Model Pengelolahan dalam Komunikasi
Salah
satu model yang banyak digunakan untuk menggambarkan proses komunikasi adalah
model sirkular yang dibuat oleh Osgood bersama Schramm (1954). Kedua tokoh ini
mencurahkan perhatian mereka pada peranan sumber dan penerima sebagai pelaku
utama komunikasi, sebagaimana ditunjukan dalam Gambar 11.
Model ini menggambarkan komunikasi
sebagai proses yang dinamis, di mana pesan ditransmit
melalui proses encoding dan decoding. Encoding adalah translasi yang dilakukan oleh sumber atas sebuah
pesan, dan decoding adalah translasi yang dilakukan
oleh penerima terhadap pesan yang berasal dari sumber. Hubungan antara encoding dan decoding adalah hubungan antara sumber dan penerima secara simultan
dan saling memengaruhi satu sama lain.
Sebagai proses yang dinamis,
interpreter pada model sirkular ini bisa berfungsi ganda sebagai pengirim dan
penerima pesan.
Gambar
11
Pada
tahap awal, sumber berfungsi sebagai encoder
dan penerima sebagai decoder. Tetapi
pada tahap berikutnya penerima berfungsi sebagai pengirim (encoder) dan sumber sebagai penerima (decoder), dengan kata lain sumber pertama akan menjadi penerima
kedua dan penerima pertama akan berfungsi sebagai sumber kedua, dan seterusnya.
Jika
dalam model ini komunikasi matematik Shannon dan Weaver melihat proses
komunikasi berakhir setelah tiba pada tujuan (destination), maka dalam model sirkular justru Osgood dan Schramm
melihat proses itu berlangsung secara terus-menerus (simultan). Pelaku dalam model ini mempunyai kedudukan yang sama.
Oleh karena itu proses komunikasi dapat dimulai dan berakhir di mana dan kapan
saja.
F.
Jelaskan Model Interaktif Manajemen dalam komunikasi
Model
interaktif Manajemen
1.
Confidence
Kenyamanan
dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan
dan pengertian
2.
Immediacy
Suatu
model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak
membosankan
3.
Interaction management
Adanya
berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan
kepada berbagai pihak yang bersangkutan
4.
Expressivenes
Mengembangkan
suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi
5.
Other-orientation
DAFTAR
PUSTAKA :
Fahmi, Irham. (2011). Manajemen Teori, Kasus, dan Solusi.
Bandung:Alfabeta
Fahmi, Irham. (2013). Perilaku Organisasi Teori, Aplikasi, dan
Kasus. Bandung:Alfabeta
Gitosudarmo,
Indriyo. Sudita, Nyoman. (1997). Perilaku
keorganisasian. Yogyakarta:BPFE
Ivanevich, John. dkk. (2006) . Perilaku dan manajemen organisasi, edisi
ketujuh jilid 2. :PT Gelora Aksara Pratama
Kandarisman,
M. (2012). Manajemen pengembangan sumber
daya manusia. Jakarta:PT RAJAGRAFINDO PERSADA
Rusdiana,
A. dkk. (2014). Sistem informasi
manajemen. Bandung:CV PUSTAKA SETIA
Triatna, Cepi (2015). Perilaku organisasi dalam pendidikan.
Bandung:PT REMAJA ROSDARKARYA
Wibowo. (2010). Budaya organisasi. Jakarta:PT RAJAGRAFINDO PERSADA
Wibowo. (2013). Perilaku dalam organisasi. Jakarta:PT RAJAGRAFINDO PERSADA
Suranto. (2011). Komunikasi Interpersonal.
Yogyakarta:Graha Ilmu
Minggu, 13 November 2016
Tugas ke III Psikologi Manajemen
TUGAS
3
A.
Controlling fungsi manajemen
1.
Pengertian dari controlling fungsi manajemen
Semua fungsi-fungsi manajemen terdahulu
tidak akan efektif tanpa fungsi pengawasan. Dengan pengawasan dapat diketahui
tentang hasil yang telah dicapai. Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara
dan alat untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang
telah ditetapkan. Cara yang dilakukan dalam pengawasan yaitu membandingkan
segala sesuatu telah dijalankan dengan standar atau rencananya, serta melakukan
perbaikan-perbaikan bila terjadi penyimpangan. Pengawasan bisa bersifat positif
maupun negatif. Pengawasan positif mencoba untuk mengetahui apakah tujuan
organisasi dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Sedangkan pengawasan negative
mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau tidak
dibutuhkan tidak akan terjadi kembali.
2.
Jelaskan
langkah-langkah controlling fungsi
manajemen
a.
Menetapkan
standard dan metode mengukur prestasi kerja
Standar yang dimaksud adalah kriteria
yang sederhana untuk prestasi kerja, yakni titik-titik yang terpilih di dalam
seluruh program perencanaan untuk mengukur prestasi kerja tersebut guna
memberikan tanda kepada manajer tentang perkembangan yang terjadi dalam
perusahaan itu tanpa perlu mengawasi setiap langkah yang terjadi dalam
perusahaan itu tanpa perlu mengawasi setiap langkah untuk proses pelaksanaan
rencana yang telah ditetapkan.
b.
Melakukan
pengukuran prestasi kerja
Langkah
kedua dalam pengawasan ialah mengukur atau mengevaluasi prestasi kerja terhadap
standar yang telah ditentukan. Seperti yang akan kita lihat, walaupun tidak
selalu dapat dilaksanakan dalam praktik, pengukuran prestasi kerja terhadap
standar secara ideal hendaknya dilakukan atas dasar pandangan ke depan sehingga
penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dapat diketahui lebih dulu.
c.
Menetapkan
apakah prestasi kerja sesuai dengan standar
Setelah
dua proses sebelumnya dilalui, yang perlu dilakukan dalam langkah ini adalah
membandingkan hasil pengukuran dengan target atau standar yang telah
ditetapkan. Bila prestasi sesuai dengan standar, manajer akan menilai bahwa
segala sesuatunya berada dalam kendali.
d.
Mengambil
tindakan korektif
Proses
pengawasan tidak lengkap jika tidak diambil tindakan untuk membetulkan penyimpangan
yang terjadi. Jika standar ditetapkan untuk mencerminkan struktur organisasi
dan apabila prestasi kerja diukur dengan standar ini, pembetulan terhadap
penyimpangan yang negatif dapat tercapai karena manajer sudah mengetahui dengan
tepat, di bagian mana dari pelaksanaan tugas oleh individu atau kelompok kerja
tindakan koreksi itu harus dikenakan.
3.
Tipe-tipe controlling fungsi manajemen
Menurut Malayu S.P
Hasibuan (2006:248):
a.
Internal control (pengendalian
internal) adalah pengendalian yang dilakukan oleh seorang atasan kepada
bawahannya. Cakupan dari pengendalian ini meliputi hal-hal yang cukup luas,
baik pelaksanaan tugas, prosedur kerja, kedisiplinan karyawan, Audit control adalah pemeriksaan atau
penilaian atas masalah-masalah yang berkaitan dengan pembukuan perusahaan.
Jadi, pengendalian atas masalah khusus, yaitu tentang kebenaran pembukuan suatu
perusahaan.
b.
External control
(pengendalian eksternal) adalah pengendalian yang dilakukan oleh pihak luar.
Pengendalian yang dilakukan oleh pihak luar. Pengendalian eksternal ini dapat
dilakukan secara formal atau informal, misalnya pemeriksaan pembukuan oleh
kantor akuntan dan penilaian yang dilakukan oleh masyarakat akan berbeda
hasilnya.
c.
Formal control
(pengendalian resmi) yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh instansi atau
pejabat resmi dan dapat dilakukan secara intern maupun ekstern. Misalnya
pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap BUMN.
d.
Informal control
(pengendalian konsumen) adalah penilaian yang dilakukan oleh masyarakat atau
konsumen, baik langsung, maupun tidak langsung, melalui media massa cetak atau
elektronik.
4.
Buat strategi controlling untuk sebuah organisasi
menurutmu
a.
Menyusun
perencanaan kriteria kerja dan visi misi yang ingin dicapi oleh sebuah
organisasi
b.
Menerapkan
perencanaan kerja dalanm organisasi sesuai dengan perkembangan zaman, agar
sesuai dengan kebutuhan manusia dan organisasi
c.
Melakukan
pengukuran kerja dan motivasi kerja dalam organisasi
d.
Melakukan
evaluasi kerja dan penialian atas pekerjaan yang telah dilakukan di dalam
organisasi
e.
Serta melakukan
perbaikan atas segala penyimpangan yang terjadi di organisasi dan memastikan
bahwa hal yang menyimpang itu tidak lagi menghambat organisasi
B.
Kekuasaan dan pengaruh
1. Pengertian kekuasaan
Kekuasaan
adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain sehingga dapat disesuaikan dengan
keinginan kita. Mempunyai kekuasaan berarti mempunyai kemampuan untuk merubah
perilaku atau sikap individu-individu lainnya.
Miftah Thoha (1998:1) mengemukakan bahwa: “Suatu
organisasi akan berhasil atau gagal sebagian bisa ditentukan oleh
kepemimpinan”. Pengertian tersebut menjelaskan pada kita bahwa keberhasilan
organisasi dalam menjalankan programnya didukung oleh kepemimpinan yang baik
pula. Oleh karena itu, kepemimpinan yang baik harus mampu dipahami dan diterapkan
secara baik dalam diri pemimpin.
Banyak
defenisi mengenai kepemimpinan yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut
pandang masing-masing, tergantung prespektif yang digunakan. Kepemimpinan dapat
didefenisikan berdasarkan penerapannya pada
bidang pendidikan militer, olahraga, bisnis, pemerintahan, industry, dan
bidang-bidang lainnya.
Kepemimpinan dalam bahasa Indonesia merupakan asal kata dari pemimpin
yang diberi imbuhan ke-an. Mamduh M.
Hanafi (2011:316) mendefinisikan kepemimpinan
sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas tugas dari
orang-orang dalam kelompok.
G.R.
Terry (2008:152) mengungkapkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan
mengarahkan pengikut-pengikutnya untuk bekerja sama dengan kepercayaan serta
tekun mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan mereka.
2. Jelaskan sumber-sumber kekuasaann
a.
Reward Power
berasal dari sejumlah balas jasa seperti pemberian kompensasi atau pengahrgaan
kepada orang lain untuk melaksanakan perintah, sehingga orang patuh karena
mengharapkan dengan kepatuhannya akan diberikan kompensasi atau penghargaan
b.
Coercive Power
bersumber dari perasaan seseorang yang apabila tidak melaksanakan perintah
pimpinan ia akan mendapatkan hukuman seperti teguran, pemecatan dan sebagainya.
c.
Legitimate Power
berasal dari kekuasaan yang diberikan secara resmi oleh lembaga/organisasi
sesuai dengan wewenang yang dimiliki hierarki organisasi. Seseorang yang
menjabat suatu jabatan dalam suatu organisasi dipatuhi karena jabatannya itu.
d.
Contol of Information berasal dari pengetahuan atau informasi yang tidak
dimiliki oleh orang lain. Cara ini digunakan dengan pemberian atau penahanan
suatu informasi yang dibutuhkan.
e.
Referant Power
berasal dari kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain karena
kharismanya, jati dirinya, integritasnya, kepopulerannya dan karena keyakinan
seseorang. Tanpa disadari, gerak geriknya selalu ditiru dan dicontoh oleh orang
lain.
f.
Expert Power
berasal dari kemampuan seseorang dalam memengaruhi orang lain karena keahlian
dan pengetahuan yang dimilikinya lebih luas dan lebih dalam dibandingkan dengan
keahlian dan pengetahuan orang lain.
3. Pengertian dari pengaruh
Influence atau pengaruh adalah penggunaan perilaku aktual
yang menyebabkan perubahan perilaku atau sikap-sikap orang lain. Terdapat dua
aspek penting pengaruh, yaitu: (a) pengaruh dapat dilihat sebagai direksional.
Kebanyakam sering terjadi bersifat downward,
manajer memengaruhi pekerja. Tetapi dapat juga berisfat lateral, rekan sekerja memengaruhi rekan sekerja atau upward, pekerja memengaruhi manajer, (b)
pengaruh bersifat relatif. Kekuasaan absolut ‘influencer’ dan ‘influencee’
tidak sepenting disparitas di antara mereka (Colquitt, LePine, Wesson, 2011:
456)
4. Jelaskan pengaruh taktik dalam organisasi
Pengaruh taktik dalam kekuasaan ialah untuk
mendapatkan kekuasaan, kita memerlukan taktik tertentu. Taktik kekuasaan adalah
cara di mana individu menerjamahkan basis kekuasaan ke dalam tindakan spesifik.
Robbins dan Judge (2011:459) mengindentifikasi adanya Sembilan taktik sebagai
berikut:
a.
Legitimacy,
legitimasi mendasarkan pada posisi kewenangan kita atau mengajukan permintaan
sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasional.
b.
Rational persuation. Menunjukkan argumen yang logis dan kejadian
factual untuk menunjukan bahwa permintaan adalah masuk akal.
c.
Inspirational appeals. Membangun komitmen emosional dengan membandigkan
pada nilai target, kebutuhan, harapan, dan aspirasi.
d.
Consultation.
Meningkatkan dukungan target dengan melibatkan mereka dalam memutuskan
bagaimana kita akan menyelesaikan rencana kita.
e.
Exchange.
Menghargai target dengan manfaat atau keuntungan dalam pertukaran untuk
memenuhi permintaan.
5. Cari kasus tentang kekuasaan dan pengaruh terhadap
sebuah organisasi, terus beri saran
Kasus
Bapak Sam Ali adalah
direktur PT Maju Bersama. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pabrik batako,
dan penjualan beberapa jenis bahan bangunan, termasuk menangani pembangunan
perumahan.
Bapak Sam Ali seorang pemimpin yang sangat mencintai
pekerjaannya, beliau termasuk tipe orang pekerja keras, dan menyukai tantangan
, Beberapa mitra bisnis menyebut beliau sebagai pengusaha yang bertangan
dingin. Pembawaan dan karakteristik adalah keras, termasuk keras dalam
menegakkan konsep kedisiplinan kepada para karyawannya. Salah satu yang beliau
tekankan selalu agar para karyawan jujur, adil, dan memiliki disiplin tinggi
pada perusahaan.
Namun disamping sikap yang seperti itu yang
dimiliki oleh Bapak Sam Ali, beliau juga
memiliki sikap yang dianggap oleh beberapa karyawan adalah tempramen dan jarang memuji karyawan yang
dianggap berprestasi. Sehingga para karyawan yang berprestasi jarang sekali
dipuji dalam bentuk kata-kata, paling para karyawan yang berprestasi tersebut
hanya dihargai dalam bentuk pemberian bonus yang sedikit lebih dari para
karyawan lainnya. Karena bagi Bapak Sam Ali jika karyawan sering-sering dipuji
maka karyawan itu nantinya ia akan sombong, dan seorang pemimpin jauh lebih
disegani oleh para karyawannya. Sebenarnya sikap seperti itu bagi sebagian
karyawan lain dianggap tidak masalah karena sebenarnya penghargaan dalam bentuk
financial ada walaupun dalam bentuk kata-kata tidak disampaikan.
Namun ada kelemahan lain yang dimiliki oleh Bapak Sam
Ali yaitu beliau sangat mencintai keluarganya. Sehingga tidak heran jika
keluarga dekat Bapak Sam Ali banyak yang ditempatkan kerja di PT Maju Bersama
adalah tidak semuanya menduduki posisi penting, karena yang menduduki posisi
penting tetaplah mereka. Tapi bagi sebagian karyawan sikap dan tindakan Bapak
Sam Ali sudah tidak sesuai dengan konsep yang dikemukakan yaitu para karyawan
harus jujur, adil, dan disiplin. Karena bagi karyawan ketidakadilan itu adalah
dengan menerima terlalu banyak anggota keluargannya sendiri di perusahaan
tersebut, padahal masih banyak pelamar lainnya yang lebih berkualitas namun
ditolak untuk bekerja disana.
Saran :
Berdasarkan kasus ini, saya berpendapat bahwa untuk
menjaga kekuasan dan pengaruh diperlukan juga rasa menghargai dalam kasus
seperti ini, karena walaupun pemimpinya tidak mau untuk memberikan pujian
karena takut akan membuat karyawan sombong, pemimpin seharusnya memberikan
penghargaan berupa kata-kata seperti terima kasih dan memotivasi mereka dalam
bekerja agar terciptanya kerja sama dan dukungan yang baik anatara pemimpin dan
karyawan, selain itu karena pemimpin perusahaan ini lebih banyak menempatkan
anggota keluarga di posisi penting, alangkah bijak dan tidak menimbulkan
pemikiran yang subjektif dan adil, seharusnya harus menempatkan anggota
keluarga di bagian pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan memasukan
pelamar-pelamar yang sesuai dengan kriteria perusahaan.
Daftar Pustaka
Mulianto, S. (2006). PL Supervisi Prespektif Syariah. Elex Media Kumputindo:Jakarta
Arifin, R. Muhammad, H. (2016). Pengantar manajemen. Empatdua:Malang
Afifuddin, H. (2015). Dasar-dasar manajemen. Alfabeta:Bandung
Wibowo. (2016). Perilaku
dalam organisasi. PT RajaGrafindo Persada:Jakarta
Fahmi, I. (2012).
Manajemen teori, kasus, dan solusi. Alfabeta:Bandung
Langganan:
Postingan (Atom)